beranda

Kamis, 01 November 2012

metode ramalan


PERAMALAN

(FORECASTING)

II.1 Pengertian
Forecasting diartikan sebagai kegiatan analisis untuk memperkirakan magnitude dan direction perubahan suatu variable ekonomi bisnis (permintaan barang dan jasa) dimasa datang berdasarkan past data dan present data.
Beberapa sumber data yang dapat digunakan untuk melakukan peramalan adalah :
1.      Pendapat konsumen
2.      Pendapat langganan / customer
3.      Catatan / pendapat distribusi
4.      Catatan penjual dari perusahaan yang bersangkutan

II.2 Kegunaan dan Peranan
Kegunaan dan peranan peramalan dalam ekonomi bisnis adalah :
1.      Untuk mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan dimasa lalu serta melihat sejauh mana pengaruh dimasa yang akan datang.
2.      Peramalan diperlukan karena adanya time-lag atau delay antara saat suatu kebijakan perusahaan ditetapkan dengan saat implementasi.
3.      Dengan adanya peramalan maka dapat dipersiapkan program dan tindakan perusahan untuk mengantisipasi keadaan di masa datang, sehingga resiko kegagalan dapat diminimumkan.
4.      Peramalan merupakan dasar penyusunan bisnis pada suatu perusahaan sehingga dapat meningkatkan efektifitas suatu rencana bisnis.
5.      Peramalan juga digunakan dalam decision making karena hasil peramalan merupakan informasi yang mendasari keputusan para manajer perusahaan dalam berbagai tingkatan manajemen perusahaan.



II.3 Metode Peramalan
Metode peramalan ada tiga yaitu :
a. Metode Qualitative atau metode judgemental, yaitu peramalan yang menggunakan pusat data kualitatif, hasilnya bergantung pada orang yang menyusunnya, seperti peramalan dengan metode Delphi dan metode s-curve past.
b. Metode Quantitative time series atau metode ekstrapolative, digunakan jika datanya time series.
c. Metode Quantitative causal atau metode eksplanatory, digunakan jika datanya cross-sectional. Metode causalitas ini menggunakan model regresi.
Metode peramalan data time series terdiri dari metode :
1.            Naive forecasting
2.            Rata-rata kumulatif
3.            Single Moving Average (SMA)
4.            Double Moving Average (DMA)
5.            Single Exponential Smoothing (SES)
      Metode yang akan kita bahas adalah Moving Average (MA), Single Exponential Smoothing (SES) dan Weight Moving Average (WMA).
II.3.1. MOVING AVERAGE (RATA-RATA BERGERAK / MA)
Adalah suatu metode peramalan dengan mengkombinasikan data dari beberapa periode terbaru/terakhir. Metode ini pada dasarnya bertujuan membuat data yang berfluktuatif menjadi data yang relatif stabil (kurang berfluktuatif) sehingga fluktuasi dari pola data menjadi halus dan relatif merata.
Kelebihan metode ini adalah dapat diterapkan pada data jenis apapun juga baik yang sesuai dengan kurva matematik ataupun tidak. Namun kekurangannya adalah tidak mempunyai persamaan untuk peramalan dan sebagai gantinya digunakan nilai rata-rata bergerak berakhir sebagai nilai ramalan untuk periode yang akan datang.
                        S penjualan nyata pada n periode terakhir
MA  =    ---------------------------------------------------------------
                 S periode (n) yg digunakan dalam moving average
 
 



 Langkah-langkah peramalan dengan menggunakan metode Moving Average :
1.  Menentukan banyaknya periode untuk mendapatkan harga rata-rata
2.  Membuat tabel perhitungan
3.  Menemukan nilai total bergerak
4.  Menemukan nilai peramalan

II.3.2. WEIGHT MOVING AVERAGE (RATA-RATA BERGERAK TERTIMBANG)
WMA adalah suatu metode peramalan yang cara perhitungannya hampir sama dengan MA, hanya berbeda pada adanya penambahan bobot pada tiap data. Data terakhir yang termasuk dalam periode perhitungan rata-rata diberi bobot yang lebih besar.
WMA = ( Wt *Xt ) + (Wt - 1*Xt -1 ) + (Wt - 2 *Xt -2 ) + …..
 
 


Dimana :
Wt                  = bobot terbesar
Wt-1                = bobot terbesar kedua
Wt-2                 = bobot terbesar ketiga
Xt                   = data periode terakhir
Xt-1                 = data satu periode sebelum periode terakhir
Xt-2                 = data dua periode sebelum periode terakhir

II.3.3 EXPONENTIAL SMOOTHING (ES)
Adalah suatu metode ramalan rata-rata bergerak yang melakukan penimbangan terhadap data masa lalu dengan cara exponential. Pada metode ini peramalan dilakukan dengan cara hasil ramalan periode terakhir ditambah porsi perbedaan atau tingkat kesalahan (a) antara permintaan nyata periode terakhir dan peramalan periode terakhir.
Ft = { Ft – 1 + a (At – 1 – Ft – 1 )}
 
 



Dimana :
Ft                          = ramalan untuk periode sekarang (1)
Ft – 1                    = ramalan untuk periode sebelumnya (t – 1)
a                           = smoothing konstan (porsi perbedaan)
At-1                      = permintaan nyata periode sebelumnya

II.4 Kesalahan Peramalan
         Kesalahan peramalan mempunyai 2 unsur yang harus diperhatikan :
1.      Perbedaan antara permintaan nyata dengan peramalan (error)
2.      Arah kesalahan, yaitu apakah permintaan nyata berada diatas atau dibawah ramalan
Ada suatu ukuran kesalahan yang umum digunakan yaitu Mean Absolute Deviasion (MAD), dimana ukuran ini mencari selisih antara permintaan nyata dan ramalan dengan tingkat rata-rata kesalahan selama meramalkan adalah :
                  S kesalahan 
MAD  =  ------------------
                       N - n
 
 





Dimana :   N    = jumlah data penjualan
                  n    = jumlah periode




teori antrian


TEORI ANTRIAN

( QUEUEING THEORY )

I.1 SEJARAH TEORI ANTRIAN
Sistem antrian atau sering disebut sebagai waiting line theory diciptakan pada tahun 1909 oleh seorang matematikawan dan insinyur berkebangsaan Denmark yang bernama A.K. Erlang yang mempelajari fluktuasi permintaan fasilitas telepon dan keterlambatan pelayanannya. Teori ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1913 yang dimulai dengan menggunakan konsep dan struktur system antrian sebelum mengembangkan model matematisnya.
Teori ini dirancang untuk memperkirakan berapa banyak langganan menunggu dalam suatu garis antrian, kepanjangan garis tunggu, seberapa sibuk fasilitas pelayanan, dan apa yang terjadi bila waktu pelayanan atau pola kedatangan berubah.

Biasanya antrian terlihat setiap harinya pada :
1.      Deretan mobil yang mengantri untuk mengambil tiket atau membayar jalan tol.
2.      Antrian pengambilan DNU dan DNS mahasiswa Gunadarma di loket  BAAK.
3.      Antrian dari permintaan telepon pada suatu switch board.
4.      Penonton yang ingin membeli karcis bioskop.
5.      Menunggu pesanan pada suatu restoran.
6.      Antrian pesawat di lapangan udara.
7.      Kedatangan kapal di suatu pelabuhan.
8.      Peralatan yang menunggu di service.
9.      Antrian pembayaran listrik di Bank DKI
10.  Antrian KRL Ekonomi tujuan Jakarta


I.2 TUJUAN ANTRIAN
Tujuan dasar model-model antrian adalah untuk meminimumkan  biaya total, yaitu :
1.      Biaya langsung
   Biaya karena menambah fasilitas layanan serta gaji tenaga kerja yang memberi pelayanan.
2.      Biaya tidak langsung
      Biaya karena mengantri (biaya yang timbul karena para individu harus menunggu  untuk dilayani).

I.3 ELEMEN - ELEMEN POKOK DALAM SISTEM  ANTRIAN

Model antrian paling tidak memerlukan 3 jenis data, yaitu :
1        Tingkat kedatangan rata-rata langganan untuk mendapatkan pelayanan.
2        Tingkat pelayanan rata-rata.
3        Jumlah fasilitas pelayanan.

Sedangkan elemen-elemen yang membentuk sistem antrian adalah :
1        Populasi masukan (input)
Yaitu jumlah total unit yang memerlukan pelayanan dari waktu ke waktu atau disebut jumlah total langganan potensial. Input dapat berupa populasi orang, barang, komponen atau kertas kerja yang datang pada system untuk dilayani. Asumsi yang digunakan untuk input dalam antrian adalah terbatas.
2        Pola Kedatangan (distribusi kedatangan)
Arriver pattern (pola kedatangan) adalah dengan cara bagaimana individu-individu dari populasi memasuki system. Untuk pola kedatangan menggunakan asumsi distribusi probabilitas poisson, yaitu salah satu dari pola-pola kedatangan yang paling umum bila kedatangan didistribusikan secara random. Ini terjadi karena distribusi poisson menggambarkan jumlah kedatangan per unit waktu bila sejumlah besar variable-variabel random mempengaruhi tingkat kedatangan.
Bila pola kedatangan individu-individu mengikuti suatu distribusi poisson, maka waktu antar kedatangan atau inter arriver time(waktu kedatangan setiap individu) adalah random dan mengikuti suatu distribusi exponential.
3        Disiplin antrian
Disiplin antrian menunjukkan pedoman keputusan yang digunakan untuk menyeleksi individu-individu yang memasuki antrian untuk dilayani terlebih dahulu.
Macam-macam disiplin antrian :
a.       First come first served (FCFS) yang akan dipelajari
b.      Shortest operating (service)-time (SOT)
c.       Last come first served (LCFS)
d.      Longest operating time (LOT)
e.       Service in random order (SIRO)
f.       Emergency first atau critical condition first

4        Kepanjangan antrian
Kepanjangan antrian ada yang terbatas dan tidak terbatas. Asumsi untuk kepanjangan antrian ini yang akan kita gunakan adalah yang terbatas (finite). System antrian yang menampung jumlah individu-individu yang besar ini mempunyai kapasitas yang terbatas dan model antrian terbatas harus digunakan untuk manganalisa system tersebut.

5        Tingkat pelayanan
Waktu pelayanan (service time) adalah waktu yang digunakan untuk melayani individu-individu dalam suatu system. Apabila waktu palayanan mengikuti distribusi exponensial atau distribusi acak, waktu pelayanan (unit / jam) akan mengikuti distribusi poisson.

6         Keluaran (exit)
Sesudah individu selesai dilayani, maka ia akan keluar system.

I.4  SISTEM ANTRIAN


Sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi system yang berbeda-beda dimana teori antrian sering diterapkan secara luas.
1.      Sistem pelayanan komersial
Contoh : restoran, cafetaria, toko-toko, salon, dll
2.      Sistem pelayanan bisnis industri.
Contoh : lini produksi, system material handling, system penggudangan.
3.      Sistem pelayanan transportasi
      Contoh : kereta api, bus, pesawat terbang.
4.      Sistem pelayanan social
Contoh : kantor tenaga kerja, kantor registrasi SIM dan STNK.

CONTOH SISTEM ANTRIAN
SISTEM
ANTRIAN/GARIS TUNGGU
FASILITAS PELAYANAN
Lapangan terbang
Pesawat menunggu di landasan
Landasan pacu
Bank
Nasabah(orang)
Teller (kasir)
Bongkar muat barang
Kapal atau truk
Fasilitas bongkar muat
Perpustakaan
Anggota
Pegawai perpustakaan
Car Wash Automatic
Mobil Automatic
Alat pencuci mobil otomatis
Registrasi mahasiswa
Mahasiswa
Pusat Registrasi
Menonton Bioskop
Pelanggan
Pelayanan tiket




Senin, 22 Oktober 2012

BAB 1

Latar Belakang

Mnurut Gremler dan Brown (dalam Ali Hasan, 2008:83) bahwa loyalitas pelanggan adalah pelanggan yang tidak hanya membeli ulang suatu barang dan jasa, tetapi juga mempunyai komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan jasa, misalnya dengan merekomendasikan orang lain untuk membeli. Perilaku konsumen merupakan suatu aspek penting yang harus diperhatikan dalam memenuhi dan melayani kebutuhan dan keinginan konsumen. Menurut Sumarwan (2003), perilaku konsumen merupakan kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi. Perilaku konsumen merupakan proses pengambilan keputusan dan aktivitas masing-masing individu yang dilakukan dalam rangka evaluasi, penggunaan atau mengatur barang-barang dan jasa (Nugroho, 2002). Menurut Mangkunegara (2002), perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan dan menggunakan barang-barang ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan. olah karena itu pengarang disini akan menganalisis dari tiga jurnal yaitu, "analisis kepuasan dan loyalitas pelanggan pada rumah makan sederhana mbak sum" , " analisis dan loyalitas konsumen terhadap tingkat penjualan dikantin bunga" dan "pengaruh trust in a brand terhadap brand loyality (konsumen air minum aqua di kota denpasar" untuk mengetahui pengaruh tingkat loyalitas terhadap perilaku konsumen indonesia.



masalah 
1. pengaruh rasa terhadap loyalitas konsumen
2. Adakah faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen?


tujuan
1. untuk mengetahui apakah rasa suatu barang atau makanan mempengaruhi loyalitas
2. untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen


kesimpulan 
1. ternyata tingkat rasa suatu barang atau makanan dapat mempengaruhi loyalitas konsumen

2. faktor yang mempengaruhi :
  1. faktor harga sesorang tentu akan memilih perusahaan atau merk yang menurutnya menyediakan harga yang murah diantara pilihan yang ada
  2. faktor kebiasaan sesorang yang telah terbiasa menggunakan suatu merk akan sulit untuk berpindah ke perusahaan atau merk yang lain

sumber :

http://ilmumanajemenpemasaran.wordpress.com/2009/11/10/definisi-loyalitas-pelanggan/
http://lachataa.wordpress.com/2011/09/24/tugas-metode-riset-1/

TEMA

Tema : Loyalitas Konsumen

Judul : Pengaruh tingkat loyalitas konsumen terhadap perilaku konsemen indonesia.

Pengarang : Arif Hadi Saputra (Ekonomi – Manajemen, Universitas Gunadarma)

tahun  : 2012


latar belakang 

Perilaku konsumen merupakan suatu aspek penting yang harus diperhatikan dalam memenuhi dan melayani kebutuhan dan keinginan konsumen. Menurut Sumarwan (2003), perilaku konsumen merupakan kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi. Perilaku konsumen merupakan proses pengambilan keputusan dan aktivitas masing-masing individu yang dilakukan dalam rangka evaluasi, penggunaan atau mengatur barang-barang dan jasa (Nugroho, 2002). Menurut Mangkunegara (2002), perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan dan menggunakan barang-barang ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan. olah karena itu pengarang disini akan menganalisis dari tiga jurnal yaitu, "analisis kepuasan dan loyalitas pelanggan pada rumah makan sederhana mbak sum" , " analisis dan loyalitas konsumen terhadap tingkat penjualan dikantin bunga" dan "pengaruh trust in a brand terhadap brand loyality (konsumen air minum aqua di kota denpasar" untuk mengetahui pengaruh tingkat loyalitas terhadap perilaku konsumen indonesia.

masalah 
1. pengaruh rasa terhadap loyalitas konsumen
2. Adakah faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen?


tujuan
1. untuk mengetahui apakah rasa suatu barang atau makanan mempengaruhi loyalitas
2. untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen


kesimpulan 
1. ternyata tingkat rasa suatu barang atau makanan dapat mempengaruhi loyalitas konsumen

2. faktor yang mempengaruhi :
  1. faktor harga sesorang tentu akan memilih perusahaan atau merk yang menurutnya menyediakan harga yang murah diantara pilihan yang ada
  2. faktor kebiasaan sesorang yang telah terbiasa menggunakan suatu merk akan sulit untuk berpindah ke perusahaan atau merk yang lain

sumber :