beranda

Minggu, 04 November 2012

SUMBER DAYA KONSUMEN

Sumber Daya Ekonomi
Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayahtingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain.
Kasus persolan yang sifatnya nasional (warisan rejim lama) dan juga persoalan-persoalan baru yang muncul dari pelaksanaan Otonomi Daerah yang “sembrono”, fenomena globalisasi ekonomi juga akan sangat berpengaruh besar terhadap prospek nilai-nilai budaya lokal dan kearifan tradisional sebagai landasan penguatan kelembagaan lokal dalam pengelolaan sumberdaya dan keanekaragaman hayati. Globalisasi ini menjadi perlu dicermati sebagai tahapan lanjut dari periode pembangunanisme yang dianut oleh Rejim Otoriter-Militeristik Orde Baru yang nyata-nyata telah menghancur-leburkan ekosistem-ekosistem penting Indonesia serta memporak-porandakan pranata-pranata ada/lokal yang selama ratusan tahun menjadi penjaga dan pengelola sebagian besar dari ekosistem-ekosistem tersebut. Perjalanan pembangunan di Indonesia mencatat banyak sekali penggusuran dan penindasan yang menyedihkan bagi berbagai kelompok masyarakat, khususnya masyarakat adat, yang diwarnai oleh tindakan-tindakan kekerasan negara dan sekaligus memfasilitasi kekerasan horizontal antar kelompok masyarakat.
Kalau ditelusuri lebih jauh, maka pembangunan yang umumnya dianut oleh negara-negara berkembang adalah industrialisasi. Sebagai negara yang kaya sumber daya alam, Indonesia pun mengembangkan industri yang berbasis sumber daya alam. Celakanya, sebagian besar sumber daya lalam ini, secara tradisional sudah ada penguasa dan pemiliknya, yaitu masyarakat adat, yang juga memiliki kepentingan yang lebih luas atas sumber daya tersebut. Nilai-nilai, ide dan konsep pembangunan itu memang diimpor atau diadopsi dari “barat”. Pembangunan adalah kata lain dari modernisasi. Dari sini muncullah anggapan dan keyakinan baru di masyarakat bahwa jiwa Indonesia ini kita inginkan menjadi negara modren,maka segala sesuatu yang tradisional(lisan) harus dibuang karena dianggap terbelakang dan menghambat pembangunan. Paradigma modernisasi demikian, langsung dan tidak langsung, telah menyudutkan dan melemahkan posisi masyarakat adat itu sendiri dengan menempatkan tradisi dan nilai-nilai asli bangsa ini menjadi sesuatu yang jelek (inferior) terhadap nilai-nilai “barat” yang modern sebagai sesuatu yang baik (superior).
Dengan cara yang berkembang demikian, bahkan banyak di antara masyarakat adat sendiri sering melupakan bahwa mereka memiliki kekuatan (pengetahuan, teknologi, pranata adat) untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh program “pembangunan” yang memuliakan hidup mereka, atau sebaliknya melakukan perlawanan atas program “pembangunan” yang tidak diinginkan. Sebagai konsep yang diadopsi dari “barat”, nilai yang terkandung dalam pembangunan kita, yang juga dianut oleh globalisasi ekonomi, berakar pada individualisme yang, dalam banyak hal, bertolak-belakang dari prinsip dasar komunitas-komunitas masyarakat adat di Indonesia umumnya yang komunalistik dan kolektif baik dalam hal penguasaan sumberdaya maupun dalam upaya pengelolaannya untuk keadilan dan kesejahteraan bersama.

Sumber Daya Sementara
Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.

Sumber Daya Kognitif
adalah kepemimpinan teori psikologi industri dan organisasi yang dikembangkan oleh Fred Fiedler dan Joe Garcia pada tahun 1987 sebagai konseptualisasi dari model kontingensi Fiedler . Teori ini berfokus pada pengaruh pemimpin intelijen dan pengalaman tentang nya atau reaksinya terhadap stres .
Inti dari teori ini adalah bahwa stres adalah musuh rasionalitas, merusak kemampuan pemimpin untuk berpikir logis dan analitis. Namun, pengalaman pemimpin dan kecerdasan dapat mengurangi pengaruh stres pada (atau dia) nya tindakan: kecerdasan adalah faktor utama dalam situasi stres rendah, sementara jumlah pengalaman selama lebih selama-saat stres.
Contoh Kasus :  Psikologi kognitif menyatakan bahwa perilaku manusia tidak ditentukan oleh stimulus yang berada dari luar dirinya, melainkan oleh faktor yang ada pada dirinya sendiri. Faktor-faktor internal itu berupa kemampuan atau potensi yang berfungsi untuk mengenal dunia luar, dan dengan pengalaman itu manusia mampu memberikan respon terhadap stimulus. Berdasarkan pandangan itu, teori psikologi kognitif memandang belajar sebagai proses pemfungsian unsur-unsur kognisi, terutama unsur pikiran, untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar. Dengan kata lain, aktivitas belajar pada diri manusia ditekankan pada proses internal dalam berfikir, yakni proses pengelolaan informasi.
Kegiatan pengelolaan informasi yang berlangsung di dalam kognisi itu akan menentukan perubahan perilaku seseorang. Bukan sebaliknya jumlah informasi atau stimulus yang mengubah perilaku. Demikian pula kinerja seseorang yang diperoleh dari hasil belajar tidak tergantung pada jenis dan cara pemberian stimulus, melainkan lebih ditentukan oleh sejauh mana sesaeorang mampu mengelola informasi sehingga dapat disimpan dan digunakan untuk merespon stimulus yang berada di sekelilingnya. Oleh karena itu teori belajar kognitif menekankan pada cara-cara seseorang menggunakan pikirannya untuk belajar, mengingat dan menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh dan disimpan di dalam pikirannya secara efektif.

sumber : 

tentang segmentasi pasar

A. Segmentasi dan kepuasan konsumen


Segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Kita perlu secara kreatif mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang muncul di pasar (Hermawan Kertajaya). Segmentasi pasar sangatlah penting di dalam bisnis dan pemasaran. Walaupun kita tidak boleh mengiris-iris pasar terlalu kecil, segmentasi pasar tetaplah suatu hal yang harus dipelajari dalam membangun usaha. Peranan segmentasi dalam marketing :

  1. Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita.
  2. Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar.
  3. Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya.
  4. Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unik dan cara yang berbeda.

Pengelompokan inilah yang sering kita dengar sebagai segmentasi pelanggan. Segmentasi ini mutlak dilakukan secara bervariasi. Dapat di bagi beberapa segmen berdasarkan :
- letak geografis
- volume pembelian demografis
- produk yang dibeli 
- sesuai kebutuhan Anda
Umumnya, tiap segmen adalah unik dan juga memberi kontribusi yang berbeda terhadap organisasi.

B. Segmentasi dan profitabilitas

1. Tingkatkan Efisiensi Proses Produksi
Proses produksi yang efisien akan menghasilkan penghematan. Semakin berhemat, semakin rendah pula biaya produksi. Dengan semakin rendahnya biaya produksi, maka margin keuntungan juga samakin tinggi. Terapkan prinsip-prinsip “Total Quality Management” sistem produksi Anda untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.

2. Fokus Pada “Core Business” Terpenting Anda
Apakah Anda sudah mengetahui apa sebenarnya Core Business di mana Anda harus menfokuskan waktu, energi dan pikiran? Jika Anda melenceng pada hal-hal yang tidak penting, maka yang sedah Anda lakukan adalah pemborosan sumberdaya yang sangat berharga, yaitu waktu Anda.

3. Berdayakan Orang-orang Yang Berdedikasi Melalui Kepemimpinan
Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.

4. Pertajam Kecerdasan Organisasi
Apakah organisasi Anda merupakan organisasi yang cerdas? Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi pula kemampuan organisasi Anda dalam menavigasikan diri ke arah masa depan yang lebih baik. Seberapa sering Anda memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas bagi para karyawan untuk mempertajam kemampuan mereka dalam mengelola organisasi secara lebih profesional. Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan Anda.

5. Kompensasi Yang Sesuai
Manusia ingin dihargai. Jika Anda membayar lebih rendah dibandingkan kemampuan dan usaha yang sudah mereka berikan bagi organisasi Anda, mereka akan merasa dirugikan. Jika mereka merasa dirugikan, maka sebaiknya Anda jangan berharap mereka akan memberikan yang terbaik bagi organisasi Anda. Jika kita melihat negara-negara yang sistem ekonominya telah maju, kita melihat bahwa sistem kompensasi yang diterapkan merefleksikan kinerja. 

C.  Penggunaan segmentasi dalam strategi pemasaran 

Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik:
• Measurable : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun ada beberapa variabel yang sulit diukur.
• Accessible : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
• Substantial : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
• Differentiable : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
• Actionable : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan melayani segmen-segmen yang bersangkutan.
Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:

1. Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
2. Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.

http://mssofyan23.blogspot.com/2011/10/segmentasi-pasar-dan-analisis-demografi.html
http://bisnisukm.com/apa-itu-segmentasi-pasar.html

Kamis, 01 November 2012

metode ramalan


PERAMALAN

(FORECASTING)

II.1 Pengertian
Forecasting diartikan sebagai kegiatan analisis untuk memperkirakan magnitude dan direction perubahan suatu variable ekonomi bisnis (permintaan barang dan jasa) dimasa datang berdasarkan past data dan present data.
Beberapa sumber data yang dapat digunakan untuk melakukan peramalan adalah :
1.      Pendapat konsumen
2.      Pendapat langganan / customer
3.      Catatan / pendapat distribusi
4.      Catatan penjual dari perusahaan yang bersangkutan

II.2 Kegunaan dan Peranan
Kegunaan dan peranan peramalan dalam ekonomi bisnis adalah :
1.      Untuk mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan dimasa lalu serta melihat sejauh mana pengaruh dimasa yang akan datang.
2.      Peramalan diperlukan karena adanya time-lag atau delay antara saat suatu kebijakan perusahaan ditetapkan dengan saat implementasi.
3.      Dengan adanya peramalan maka dapat dipersiapkan program dan tindakan perusahan untuk mengantisipasi keadaan di masa datang, sehingga resiko kegagalan dapat diminimumkan.
4.      Peramalan merupakan dasar penyusunan bisnis pada suatu perusahaan sehingga dapat meningkatkan efektifitas suatu rencana bisnis.
5.      Peramalan juga digunakan dalam decision making karena hasil peramalan merupakan informasi yang mendasari keputusan para manajer perusahaan dalam berbagai tingkatan manajemen perusahaan.



II.3 Metode Peramalan
Metode peramalan ada tiga yaitu :
a. Metode Qualitative atau metode judgemental, yaitu peramalan yang menggunakan pusat data kualitatif, hasilnya bergantung pada orang yang menyusunnya, seperti peramalan dengan metode Delphi dan metode s-curve past.
b. Metode Quantitative time series atau metode ekstrapolative, digunakan jika datanya time series.
c. Metode Quantitative causal atau metode eksplanatory, digunakan jika datanya cross-sectional. Metode causalitas ini menggunakan model regresi.
Metode peramalan data time series terdiri dari metode :
1.            Naive forecasting
2.            Rata-rata kumulatif
3.            Single Moving Average (SMA)
4.            Double Moving Average (DMA)
5.            Single Exponential Smoothing (SES)
      Metode yang akan kita bahas adalah Moving Average (MA), Single Exponential Smoothing (SES) dan Weight Moving Average (WMA).
II.3.1. MOVING AVERAGE (RATA-RATA BERGERAK / MA)
Adalah suatu metode peramalan dengan mengkombinasikan data dari beberapa periode terbaru/terakhir. Metode ini pada dasarnya bertujuan membuat data yang berfluktuatif menjadi data yang relatif stabil (kurang berfluktuatif) sehingga fluktuasi dari pola data menjadi halus dan relatif merata.
Kelebihan metode ini adalah dapat diterapkan pada data jenis apapun juga baik yang sesuai dengan kurva matematik ataupun tidak. Namun kekurangannya adalah tidak mempunyai persamaan untuk peramalan dan sebagai gantinya digunakan nilai rata-rata bergerak berakhir sebagai nilai ramalan untuk periode yang akan datang.
                        S penjualan nyata pada n periode terakhir
MA  =    ---------------------------------------------------------------
                 S periode (n) yg digunakan dalam moving average
 
 



 Langkah-langkah peramalan dengan menggunakan metode Moving Average :
1.  Menentukan banyaknya periode untuk mendapatkan harga rata-rata
2.  Membuat tabel perhitungan
3.  Menemukan nilai total bergerak
4.  Menemukan nilai peramalan

II.3.2. WEIGHT MOVING AVERAGE (RATA-RATA BERGERAK TERTIMBANG)
WMA adalah suatu metode peramalan yang cara perhitungannya hampir sama dengan MA, hanya berbeda pada adanya penambahan bobot pada tiap data. Data terakhir yang termasuk dalam periode perhitungan rata-rata diberi bobot yang lebih besar.
WMA = ( Wt *Xt ) + (Wt - 1*Xt -1 ) + (Wt - 2 *Xt -2 ) + …..
 
 


Dimana :
Wt                  = bobot terbesar
Wt-1                = bobot terbesar kedua
Wt-2                 = bobot terbesar ketiga
Xt                   = data periode terakhir
Xt-1                 = data satu periode sebelum periode terakhir
Xt-2                 = data dua periode sebelum periode terakhir

II.3.3 EXPONENTIAL SMOOTHING (ES)
Adalah suatu metode ramalan rata-rata bergerak yang melakukan penimbangan terhadap data masa lalu dengan cara exponential. Pada metode ini peramalan dilakukan dengan cara hasil ramalan periode terakhir ditambah porsi perbedaan atau tingkat kesalahan (a) antara permintaan nyata periode terakhir dan peramalan periode terakhir.
Ft = { Ft – 1 + a (At – 1 – Ft – 1 )}
 
 



Dimana :
Ft                          = ramalan untuk periode sekarang (1)
Ft – 1                    = ramalan untuk periode sebelumnya (t – 1)
a                           = smoothing konstan (porsi perbedaan)
At-1                      = permintaan nyata periode sebelumnya

II.4 Kesalahan Peramalan
         Kesalahan peramalan mempunyai 2 unsur yang harus diperhatikan :
1.      Perbedaan antara permintaan nyata dengan peramalan (error)
2.      Arah kesalahan, yaitu apakah permintaan nyata berada diatas atau dibawah ramalan
Ada suatu ukuran kesalahan yang umum digunakan yaitu Mean Absolute Deviasion (MAD), dimana ukuran ini mencari selisih antara permintaan nyata dan ramalan dengan tingkat rata-rata kesalahan selama meramalkan adalah :
                  S kesalahan 
MAD  =  ------------------
                       N - n
 
 





Dimana :   N    = jumlah data penjualan
                  n    = jumlah periode




teori antrian


TEORI ANTRIAN

( QUEUEING THEORY )

I.1 SEJARAH TEORI ANTRIAN
Sistem antrian atau sering disebut sebagai waiting line theory diciptakan pada tahun 1909 oleh seorang matematikawan dan insinyur berkebangsaan Denmark yang bernama A.K. Erlang yang mempelajari fluktuasi permintaan fasilitas telepon dan keterlambatan pelayanannya. Teori ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1913 yang dimulai dengan menggunakan konsep dan struktur system antrian sebelum mengembangkan model matematisnya.
Teori ini dirancang untuk memperkirakan berapa banyak langganan menunggu dalam suatu garis antrian, kepanjangan garis tunggu, seberapa sibuk fasilitas pelayanan, dan apa yang terjadi bila waktu pelayanan atau pola kedatangan berubah.

Biasanya antrian terlihat setiap harinya pada :
1.      Deretan mobil yang mengantri untuk mengambil tiket atau membayar jalan tol.
2.      Antrian pengambilan DNU dan DNS mahasiswa Gunadarma di loket  BAAK.
3.      Antrian dari permintaan telepon pada suatu switch board.
4.      Penonton yang ingin membeli karcis bioskop.
5.      Menunggu pesanan pada suatu restoran.
6.      Antrian pesawat di lapangan udara.
7.      Kedatangan kapal di suatu pelabuhan.
8.      Peralatan yang menunggu di service.
9.      Antrian pembayaran listrik di Bank DKI
10.  Antrian KRL Ekonomi tujuan Jakarta


I.2 TUJUAN ANTRIAN
Tujuan dasar model-model antrian adalah untuk meminimumkan  biaya total, yaitu :
1.      Biaya langsung
   Biaya karena menambah fasilitas layanan serta gaji tenaga kerja yang memberi pelayanan.
2.      Biaya tidak langsung
      Biaya karena mengantri (biaya yang timbul karena para individu harus menunggu  untuk dilayani).

I.3 ELEMEN - ELEMEN POKOK DALAM SISTEM  ANTRIAN

Model antrian paling tidak memerlukan 3 jenis data, yaitu :
1        Tingkat kedatangan rata-rata langganan untuk mendapatkan pelayanan.
2        Tingkat pelayanan rata-rata.
3        Jumlah fasilitas pelayanan.

Sedangkan elemen-elemen yang membentuk sistem antrian adalah :
1        Populasi masukan (input)
Yaitu jumlah total unit yang memerlukan pelayanan dari waktu ke waktu atau disebut jumlah total langganan potensial. Input dapat berupa populasi orang, barang, komponen atau kertas kerja yang datang pada system untuk dilayani. Asumsi yang digunakan untuk input dalam antrian adalah terbatas.
2        Pola Kedatangan (distribusi kedatangan)
Arriver pattern (pola kedatangan) adalah dengan cara bagaimana individu-individu dari populasi memasuki system. Untuk pola kedatangan menggunakan asumsi distribusi probabilitas poisson, yaitu salah satu dari pola-pola kedatangan yang paling umum bila kedatangan didistribusikan secara random. Ini terjadi karena distribusi poisson menggambarkan jumlah kedatangan per unit waktu bila sejumlah besar variable-variabel random mempengaruhi tingkat kedatangan.
Bila pola kedatangan individu-individu mengikuti suatu distribusi poisson, maka waktu antar kedatangan atau inter arriver time(waktu kedatangan setiap individu) adalah random dan mengikuti suatu distribusi exponential.
3        Disiplin antrian
Disiplin antrian menunjukkan pedoman keputusan yang digunakan untuk menyeleksi individu-individu yang memasuki antrian untuk dilayani terlebih dahulu.
Macam-macam disiplin antrian :
a.       First come first served (FCFS) yang akan dipelajari
b.      Shortest operating (service)-time (SOT)
c.       Last come first served (LCFS)
d.      Longest operating time (LOT)
e.       Service in random order (SIRO)
f.       Emergency first atau critical condition first

4        Kepanjangan antrian
Kepanjangan antrian ada yang terbatas dan tidak terbatas. Asumsi untuk kepanjangan antrian ini yang akan kita gunakan adalah yang terbatas (finite). System antrian yang menampung jumlah individu-individu yang besar ini mempunyai kapasitas yang terbatas dan model antrian terbatas harus digunakan untuk manganalisa system tersebut.

5        Tingkat pelayanan
Waktu pelayanan (service time) adalah waktu yang digunakan untuk melayani individu-individu dalam suatu system. Apabila waktu palayanan mengikuti distribusi exponensial atau distribusi acak, waktu pelayanan (unit / jam) akan mengikuti distribusi poisson.

6         Keluaran (exit)
Sesudah individu selesai dilayani, maka ia akan keluar system.

I.4  SISTEM ANTRIAN


Sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi system yang berbeda-beda dimana teori antrian sering diterapkan secara luas.
1.      Sistem pelayanan komersial
Contoh : restoran, cafetaria, toko-toko, salon, dll
2.      Sistem pelayanan bisnis industri.
Contoh : lini produksi, system material handling, system penggudangan.
3.      Sistem pelayanan transportasi
      Contoh : kereta api, bus, pesawat terbang.
4.      Sistem pelayanan social
Contoh : kantor tenaga kerja, kantor registrasi SIM dan STNK.

CONTOH SISTEM ANTRIAN
SISTEM
ANTRIAN/GARIS TUNGGU
FASILITAS PELAYANAN
Lapangan terbang
Pesawat menunggu di landasan
Landasan pacu
Bank
Nasabah(orang)
Teller (kasir)
Bongkar muat barang
Kapal atau truk
Fasilitas bongkar muat
Perpustakaan
Anggota
Pegawai perpustakaan
Car Wash Automatic
Mobil Automatic
Alat pencuci mobil otomatis
Registrasi mahasiswa
Mahasiswa
Pusat Registrasi
Menonton Bioskop
Pelanggan
Pelayanan tiket